Kegiatan Ramadhan 1432 H di PTA Banten (bag.2)
- Jumat, 05 Agustus 2011
- Ditulis oleh Dedeh Hotimah
Kiat PTA Banten Meraih Keistimewaan Puasa
pta-banten.net | Serang (05/08)
Setiap tahun, Ramadhan disambut bagaikan tamu agung yang dinantikan kehadirannya karena ia istimewa. Ramadhan merupakan keistimewaan yang dianugerahkan Ilahi kepada umatnya yang beriman. Pahala yang berlipat ganda, ampunan yang dimudahkan, dan berbagai keutamaan lainnya layak menjadi motivasi bagi kita untuk menjadikan ramadhan sebagai bulan yang juga istimewa. Di penghujung minggu pertama hari kerja pada bulan suci Ramadhan, keluarga besar PTA Banten melaksanakan rangkaian acara seremonial khas ramadhan. Kamis malam, 4 Agustus 2011, bertepatan dengan hari ke-4 ramadhan 1432 H, seluruh unsur keluarga PTA Banten berkumpul dan bersilaturahmi untuk berbuka puasa bersama sekaligus melaksanakan acara-acara lain seperti taushiyah, shalat magrib dan isya berjama’ah, hingga tarawih di mushala “Al Mahkamah”. Dengan dipandu oleh Dian Puspita Rini, SE, acara bukber pertama PTA Banten diawali dengan pembacaan kalam ilahi oleh Haerun Nufus dan saritilawah, Mila Novita. KPTA Banten, Drs.H.M.Thahir Hasan dalam sambutannya sesaat sebelum berbuka puasa mengatakan “sekalipun acara tersebut dikemas secara sederhana namun yang terpenting adalah nilai kebersamaan dan persaudaraan dapat terjalin, dan momen seperti ini tidak kita temui di luar ramadhan”.

Apa yang disampaikan KPTA Banten, diamini oleh Pemberi taushiyah, Drs.H.Endang Ali Ma’sum., S.H., M.H. Dalam kultumnya, H. Endang Ali Ma’sum, menyajikan tema “Al Qur’an” sebagai pedoman hidup umat Islam yang keberadaannya terkait erat dengan bulan Ramadhan. Dengan menyitir sebuah hadits, yang terjemah bebasnya adalah bahwa “Barang siapa yang menjadikan Al Qur’an di depannya (sebagai tuntunan/panduan), maka al Qur’an akan mengarahkan kita ke surga. Dan sebaliknya, barang siapa yang menjadikan Al Qur’an di belakangnya (meninggalkan tuntutan al Qur’an), maka al qur’an akan mendorong kita ke neraka”. Intisari dari hadits yang disampaikan pada kultum tersebut menjadi dasar hukum yang tepat sekaligus memotivasi kita untuk menempatkan/ mengagungkan al qur’an pada tempat yang paling mulia dan menjadi satu-satunya pedoman hidup yang kelak akan memberi syafa’at dan pertolongan serta menjadi penyelamat bagi orang yang memegang teguh al qur’an sesuai bunyi hadits tersebut”.

Pada akhir kultum, H. Endang mengajak segenap hadirin untuk ‘berlomba’ dalam kebaikan dengan sebaik-baiknya memanfaatkan momen ramadhan sehingga berbagai keistimewaannya tidak berlalu begitu saja. Tadarus al- qur’an yang biasa dilaksanakan menjelang waktu shalat dhuhur oleh beberapa kelompok (hakim, pegawai putra dan putri), merupakan sebagian kiat untuk mendapatkan keistimewaan ramadhan. Terlebih jika kita dapat mengkhatamnya sampai beberapa kali yang disertai dengan ilmu (tajwiz) dan pemahamannya, tentunya akan menjadikan pahala yang berlipat ganda mendekat ke arah kita.

Imam az-Zuhri menyatakan, tiada amalan pada bulan Ramadhan yang lebih baik setelah amalan puasa dari tilawatul quran (membaca Alquran).{jcomments on}
Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 Agustus 2011 15:18











